
Bunga Rosella, atau dalam bahasa latin dikenal sebagai Hibiscus Sabdariffa, merupakan tanaman tropis yang memiliki nilai tinggi baik sebagai tanaman hias maupun untuk keperluan kuliner dan obat tradisional. Tanaman ini berasal dari Afrika Barat dan telah menyebar ke berbagai wilayah tropis dan subtropis di dunia.
Rosella adalah tanaman semak atau subsemak berkayu yang dapat tumbuh hingga ketinggian 1,2-2,5 meter. Tanaman ini memiliki daun bergelombang yang berbentuk menjari dengan 3-5 lekukan dan berwarna hijau mengkilap. Bagian yang paling mencolok dari tanaman ini adalah bunganya yang besar berwarna putih hingga kuning pucat dengan bintik merah di dasar kelopaknya.
Setelah bunga mekar, terbentuk kelopak bunga (kaliks) berwarna merah terang yang membungkus biji-bijinya. Kaliks inilah yang menjadi bagian paling berharga dari tanaman Rosella dan sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Rosella tumbuh optimal di daerah beriklim tropis dengan suhu hangat. Tanaman ini memerlukan sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase baik. Di Indonesia, Rosella dapat ditanam sepanjang tahun dan mudah beradaptasi dengan berbagai jenis tanah.
Penanaman dapat dilakukan melalui biji yang disemai terlebih dahulu atau ditanam langsung di kebun. Jarak tanam ideal adalah 90-180 cm antar tanaman untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhannya yang menyebar.
Kaliks Rosella yang berwarna merah memiliki rasa asam segar seperti cranberry dan kaya akan vitamin C serta antioksidan. Di Indonesia, bagian ini sering dimanfaatkan untuk:
Tanaman Rosella tergolong mudah dalam perawatannya. Beberapa tips perawatan meliputi: